BatamNow.com – Tujuh tahun sudah proyek Intalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) BP Batam itu tak kunjung berujung.
Dimulai sejak tahun 2017. Hingga April 2024, proyek IPAL ini tak selesai, tak sesuai dengan yang berkali dijanjikan.
Kini muncul lagi janji baru dari BP Batam sebagai pemilik proyek.
Commissioning atau uji fungsi akan dilakukan awal tahun 2025, kata Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Binsar Oktavidwin Tambunan, dalam acara sosialisasi.
BP Batam melakukan sosialisasi proyek IPAL lanjutan di hadapan Kontraktor Pelaksana, Camat Batam Kota, Lurah hingga sejumlah perangkat RT/RW di Gedung IT Center BP Batam ini, pada Rabu (24/04/2024).
Padahal sepanjang perjalanan proyek ini dalam kurun 7 tahun, BP Batam selalu menjanjikan akan menyelesaikan proyek yang dibangga-banggakan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.
Setelah beberapa kali janji yang lalu, pada tahun 2023, General Manajer Unit Usaha Pengelolaan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana menjanjikan penyelesaian proyek ini tahun 2024.
Tapi pada pertemuan sosialisasi tersebut Iyus Rusmana justru mengatakan, “Pekerjaan penyambungan jaringan IPAL ke rumah-rumah warga akan direncanakan dalam 6 bulan ke depan”.
Tapi pada pertemuan sosialisasi tersebut pada pertemuan Kamis (25/04) Iyus Rusmana justru mengatakan, “Pekerjaan penyambungan jaringan IPAL ke rumah-rumah warga akan direncanakan dalam 6 bulan ke depan”.
Proyek bernilai USD 50 juta atau setara Rp 750 miliar (dengan estimasi kurs Rp 15.000,- per dolar), didanai pinjaman dari Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Korea.
Pelaksana proyek IPAL BP Batam adalah Hansol EME Co Ltd alias PT Hansol sebagai main contractor. Sementara Sunjin Engineering & Architecture Co Ltd selaku konsultan pengawas.
BP Batam, menurut warga, larut dari janji ke janji dan dinilai terlalu banyak cari alasan dan pembenaran seolah menutupi “dosa” mereka atas berlarut-larutnya penyelesaian proyek ini.
“Mereka banyak janji ke janji dan pembenaran terus seolah menutupi dosa mereka, silakan proyek itu mau dituntaskan atau tidak era pak Rudi sebagai Kepala BP Batam, tapi pertanggungjawaban tentang pinjaman pendanaan proyek dari Bank of Korea ini bagaimana skemanya, BP Batam harus transparan dan akuntabel ke publik,” ujar Pilody Anas, pemerhati lingkungan di Batam.
Menurut Pilody, ternyata sampai April 2024, BP Batam masih tahap sosialisasi. Padahal sebelumnya BP Batam menargetkan pekerjaan fisik IPAL rampung pada 31 Agustus 2024.
Dan Binsar Tambunan menyebut progres proyek ini pun baru akan melakukan riset penyambungan jaringan instalasi IPAL ke 11.000 rumah sambungan.
Dijanjikanlah awal tahun 2025 baru bisa commissioning.
“Untuk itu, kami akan melakukan sosialisasi hingga survey dari satu perumahan ke perumahan lainnya. Sehingga kegiatan penyambungan ini bisa dilaksanakan dan pelaksanaannya juga efektif,” kata Binsar Tambunan sebagaimana publikasi Biro Humas BP Batam.

Masyarakat Batam pun banyak mengkritisi tentang proyek pengelolaan air tinja dan limbah ini.
“Disebut BP Batam commissioning ke berapa rumah sambungan, apakah hanya beberapa rumah contoh seperti 4 rumah contoh di Tanjung Banun, Rempang ya?” kata Muklis, warga Batam Kota ini.
Muklis katakan, bagaimana BP Batam dapat dipercaya, karena janji ke janji selama ini.
Ia tambahkan lagi,”Itu kan lagu lama mereka seperti selama ini unuk menutupi dugaan hal pelik di balik proyek itu, sementara banyak warga yang menolak dilakukan penyambungan ke rumah masing-masing,” kata Muklis, salah seorang tokoh masyarakat Baloi.
Berlarutnya proyek ini sehingga kerap dituding warga sebagai proyek mangkrak, bukan tanpa sebab.
Apalagi soal kemungkinan munculnya masalah saat penyambungan pipa tersier ke rumah warga. Dan bisa molor lagi penyelesaiannya.
Kemungkinan itu juga disampaikan Binsar Tambunan sebagaimana dikutip dari publikasi Biro Humas BP Batam, “Dalam penyambungan jaringan IPAL ke rumah warga tersebut bukan pekerjaan yang mudah. Tentunya akan ada persoalan-persoalan teknis hingga non teknis yang akan dihadapi di lapangan. Terutama, persoalan posisi septik tank warga hingga keinginan dari warga itu sendiri”.

Binsar mengakui, intalasi jaringan ke 11.000 rumah warga, baru akan terlaksana.
Sehingga, ia mentargetkan pada awal 2025 sudah bisa dilakukan test commissioning (uji fungsi) dari IPAL tersebut.
Warga juga mempertanyakan pernyataan Binsar Tambunan, yang disebut-sebut hendak pensiun ini. Menjelaskan pengerjaan proyek IPAL tersisa 5 hingga 10 persen, namun penyambungan ke 11.000 rumah warga, ternyata baru tahap sosialisasi.
“Mana yang betul?” tanya Sobirin, warga Batam Center.
Pantauan BatamNow.com dan mengacu pada pernyataan Iyus Rusmana, tampaknya, kepastian penyelesaian proyek ini sangat kurang logis.
Apakah pengerjaan proyek dengan 11.000 sambungan ke rumah warga dapat diselesaikan dengan hanya beberapa bulan?
Sebab tahapan pengerjaannya, menurut Iyus Rusmana baru direncanakan 6 bulan terhitung dari April 2024.
Ini menunjukkan bawa lanjutan proyek itu baru akan dimulai pada Oktober sementara Binsar berjanji proyek ini selesai awal 2025.
Sementara jika dilihat proses pengerjaan tahap I memakan waktu 7 tahun.
Padahal kata Binsar Tambunan, penyambungan ke 11.000 rumah warga bukan hal mudah.
Ketua DPP Kepri Lembaga Investigasi (LI)-Tipikor Kepri, Panahatan SH angkat bicara. Katanya, masyarakat Batam sudah bosan dan jenuh dengan narasi narasi BP Batam terkait proyek IPAL yang dinilai banyak pihak sebagai proyek gagal.
“Memang mereka pikir masyarakat itu bodoh dalam konteks proyek yang sudah 7 tahun tak kunjung tuntas ini, mereka pintarnya janji ke janji, harusnya malulah,” ujar Panahatan. (red)

