BatamNow.com – Kabar penggantian “mendadak” pengelola Pelabuhan Batu Ampar yang “tetiba” menghebohkan.
Pasalnya, PT Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam atau yang akrab dikenal Persero Batam, “tetiba” diminta hengkang.
Persero Batam adalah pengelola Dermaga Utara dan Terminal Peti Kemas (TPK) Tahap 1 dengan perjanjian berjangka waktu 37 tahun, efektif per 1 November 2023.
Namun belum sampai 2 tahun pengelolaan oleh entitas BUMN itu, kabarnya kontrak harus diakhiri.
Hal itu, menurut sumber terpercaya BatamNow.com, terungkap dalam rapat singkat pada Senin (26/05/2025), yang berlangsung di Kantor BP Batam.
Rapat itu dipimpin oleh Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra. Turut hadir Deputi II, Deputi V, kepala biro hukum dan organisasi, hingga direktur evaluasi dan pengendalian BP Batam.
Rapat itu juga dihadiri perwakilan Persero Batam serta pihak Interport dan ICTSI.
Informasinya, konsorsium Interport dan ICTSI akan menjadi pengelola baru Pelabuhan Batu Ampar.
Lalu muncul satu perusahaan bernama PT Batu Ampar Container Terminal (BACT) yang disebut adalah perusahaan patungan (joint venture) yang dibentuk oleh konsorsium Interport-ICTSI.
Dikonfirmasi terkait pergantian pengelola Pelabuhan Batu Ampar itu pada Senin (26/05/2025), Plt Kepala Biro Humas BP Batam, Ariastuty Sirait, tak merespons BatamNow.com.
Siapa Interport?
Interport dengan induk perusahaan PT Interport Mandiri Utama (IMU) adalah badan usaha swasta yang bergerak di bidang operator pelabuhan & terminal serta layanan logistik.
Beroperasi di enam lokasi utama di Indonesia, Interport memiliki beberapa anak perusahaan. (sumber: Interport.co.id)
PT IMU bekerja sama dengan PT Indika Logistic & Support Services (ILSS) mendirikan PT Interport Sarana Infrastruktur Indonesia (ISII) pada 22 November 2024 sebagai bagian dari ekspansi bisnis di sektor logistik dan infrastruktur.
Siapa ICTSI?
Penelusuran wartawan media ini: ICTSI, nama lengkapnya ICTSI Middle East DMCC.
ICTSI singkatan dari International Container Terminal Services, Inc.
ICTSI didirikan pada Desember 1987 di Filipina. Kegiatan perusahaan ini mulai dari mengakuisisi, mengembangkan, hingga mengoperasikan pelabuhan dan terminal peti kemas (kontainer) di seluruh dunia.
Tercatat saat ini, ICTSI setidaknya sudah beroperasi di 32 terminal yang tersebar di 19 negara di 6 benua. (sumber: ictsi.com)

Interport dan ICTSI di PT BACT
Dalam struktur perusahaan PT BACT, tercatat kepemilikan saham oleh PT Interport Sarana Infrastruktur Indonesia (ISII).
Awalnya PT BACT didirikan oleh PT Interport Sarana Infrastruktur Indonesia (ISII) dan PT Indika Logistic & Support Services (ILSS) pada 2 Desember 2024.(sumber: Laporan Tahun 2024 PT Indika Energy Tbk)
Kini, PT Interport Sarana Infrastruktur Indonesia bersama ICTSI Middle East DMCC yang menjadi pemegang saham di PT Batu Ampar Container Terminal (BACT) yang berkedudukan di Jalan Yos Sudarso Nomor 1, Batu Ampar, Kota Batam.
PT BACT didirikan dengan maksud dan tujuan “Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Laut”, spesifik dengan hanya satu Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) kode 52221.
Uraian KBLI 52221 adalah kelompok yang mencakup kegiatan usaha pelayanan kepelabuhan laut, yang berhubungan dengan angkutan perairan untuk penumpang, hewan atau barang, seperti pengoperasian fasilitas terminal.
Misalnya pelabuhan dan dermaga, navigasi, pemeriksaan barang muatan dalam kargo dan/atau peti kemas dengan menggunakan sumber radiasi pengion (zat radioaktif dan pembakit radiasi pengion), pelayaran dan kegiatan berlabuh, jasa penambatan, jasa pemanduan dan penundaan.

ICTSI Asal Filipina Pemegang Saham Mayoritas PT BACT
Penelusuran BatamNow.com dalam satu dokumen, PT Batu Ampar Container Terminal (BACT) dengan modal disetor sebesar Rp 81 miliar (81 ribu lembar saham).
Hanya ada dua pemegang saham di PT BACT.
Pertama, ICTSI Middle East DMCC menguasai 60.750 lembar saham (75 persen), setara Rp 60,75 miliar modal.
Sementara PT Interport Sarana Infrastruktur Indonesia hanya memiliki 20.250 lembar saham (25 persen), atau senilai 20,25 miliar modal PT BACT.

Direksi dan Komisaris
Masih hasil penelusuran media ini, PT Batu Ampar Container Terminal (BACT) tercatat melakukan perubahan anggaran dasar dan perubahan data perusahaan lewat notaris di Jakarta Timur dengan akta tertanggal 11 Februari 2025.
Perubahan anggaran dasar meliputi peningkatan modal ditempatkan/ disetor, jenis perseroan, dan sejumlah pasal.
Saat ini PT BACT tercatat sebagai perusahaan jenis PMA (Penanaman Modal Asing).
Sedangkan perubahan data perseroan meliputi jajaran direksi dan komisaris serta peralihan saham.
Berikut ini struktur pengurus dan pemegang saham di PT Batu Ampar Container Terminal (BACT):
- Komisaris Utama: Christian Martin Razon Gonzalez
- Komisaris: Adi Darma Shima SE
- Komisaris: Gerard Josef Langes
- Direktur Utama: Hsin-Kai Huang
- Direktur: Karl Jose Egot Saringan
- Direktur: Ny Restrimaya Susiwi
- ICTSI Middle East DMCC: 60.750 lembar saham
- PT Interport Sarana Infrastruktur Indonesia: 20.250 lembar saham. (D/Red)

