BatamNow.com – Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyebut sebagian jaringan pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam sudah tua.
Ada yang berusia 30 hingga 50 tahun sehingga kini dilakukan peremajaan secara bertahap.
Pernyataan itu disampaikan Amsakar senada dengan wakilnya Li Claudia Chandra dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (17/09/2026).
Pantauan BatamNow.com, BP Batam kini tengah melakukan peremajaan sebagian bentangan pipa jaringan SPAM dengan biaya yang cukup besar.
Kondisi pipa yang sudah tua dan keropos dikatakan sebagai salah satu penyebab buruknya pelayanan air minum perpipaan ini ke masyarakat konsumen, selama ini.
Menurut Amsakar, ketika mulai menjalankan tugas sekitar 1,5 tahun lalu, BP Batam menemukan sedikitnya 18 wilayah yang dikategorikan sebagai stress area, yakni kawasan yang mengalami tekanan atau gangguan distribusi air.
Kondisi tersebut, katanya, antara lain berkaitan dengan jaringan pipa yang telah berusia puluhan tahun dan sudah tua renta.
Penanganan dilakukan secara bertahap, termasuk pada jalur utama Sukajadi-Bengkong yang memasok kawasan Bengkong, Batu Ampar dan Nagoya, serta jaringan di kawasan Muka Kuning.
Pernyataan Berbeda dengan ATB
Keterangan mengenai usia jaringan pipa tersebut sebelumnya pernah mendapat bantahan dari Presiden Direktur PT Adhya Tirta Batam (ATB) Benny Andrianto Antonius, beberapa bulan setelah peralihan pengelolaan SPAM kepada BP Batam.
Menurut Benny, usia pipa tidak tidak sepenuhnya menentukan udah usang dan tak dapat dipakai lagi.
Adakah Audit dan Master Plan?
Menurut sumber BatamNow.com yang tak mau disebut namanya, revitalisasi jaringan perpipaan tidak sekadar mengganti pipa lama dengan pipa baru.
Mantan manajer di ATB itu mengatakan pekerjaan tersebut membutuhkan pemetaan kondisi aset, kajian teknis, penentuan skala prioritas serta perhitungan kebutuhan air baku dan kapasitas distribusi.
Karena itu, ujarnya lagi, muncul pertanyaan apakah BP Batam telah memiliki audit kondisi jaringan secara menyeluruh dan master plan atau roadmap revitalisasi SPAM sebelum peremajaan pipa dilakukan?
Pertanyaan lainnya, apa dasar BP Batam menentukan jaringan atau wilayah yang harus direvitalisasi?
Apakah setiap keputusan penggantian pipa didasarkan pada hasil penilaian kondisi teknis (condition assessment)?
Sebab, menurut sumber itu, tidak ada satu batas usia yang berlaku untuk seluruh jenis pipa SPAM. Umur layanan dipengaruhi material pipa, tekanan, kondisi tanah, kualitas air, kualitas pemasangan dan pemeliharaan.
Ia katakan, sejumlah jenis pipa bahkan memiliki umur layanan sekitar 50-100 tahun atau lebih. Karena itu, usia 30-50 tahun tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa pipa harus diganti.
Penentuan kondisi jaringan umumnya perlu melihat indikator teknis, antara lain tingkat kebocoran, tekanan, riwayat kerusakan, kondisi material, kapasitas dan sisa umur layanan.
SCADA Baru Direncanakan 2027
Persoalan lainnya dalam pengelolaan SPAM Batam belum memiliki teknologi SCADA sebagai sistem pemantauan jaringan.
Teknologi Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) memungkinkan pemantauan aliran, tekanan, pompa, katup dan gangguan jaringan secara real-time dari pusat kendali.
Namun, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait menyatakan pengadaan SCADA baru direncanakan pada tahun anggaran 2027.
Padahal penyelengagaraan SPAM ke tangan BP Batam sudah sejak tahun 2020, beralih dari PT ATB yang sudah berakhir masa konsesi 25 tahun.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana BP Batam selama ini memantau tekanan, debit, gangguan dan potensi kebocoran jaringan secara menyeluruh, terutama ketika BP Batam menyatakan terdapat sedikitnya 18 stress area.
Dengan demikian, persoalan revitalisasi SPAM Batam tidak hanya berkaitan dengan usia pipa, tetapi juga dasar audit, data teknis, perencanaan, sistem pemantauan, prioritas penggantian jaringan dan keterkaitannya dengan ketersediaan air baku.
Demikian juga keberadaan tenaga ahli SPAM yang kompeten disebut belum dimiliki BP Batam.
Untuk mengklarifikasi sejumlah fakta yang menjadi kelemahan pengelolan SPAM , BatamNow.com telah mengonfirmasi Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga (DIHAL) BP Batam Sthefani Barlian. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh respons. (A/Red)

