BatamNow.com – Pembangunan Terminal 2 (T2) Bandara Ineternasional Hang Nadim Batam hingga kini belum juga terealisasi, meskipun peletakan batu pertama telah dilakukan pada 30 Mei 2024 oleh Muhammad Rudi, yang kala itu menjabat sebagai Kepala BP Batam.
Groundbreaking tersebut sempat menuai sorotan publik karena dinilai terkesan dipaksakan dan sarat kepentingan politik menjelang Pilkada Kepri 2024.
Manajemen PT Bandara Internasional Batam (BIB) bahkan sejak awal telah meminta agar proses pembangunan T2 tidak dipolitisasi.
Direktur Utama PT BIB, Pikri Ilham Kurniansyah, menjelaskan bahwa penundaan pembangunan T2—yang dirancang untuk melayani 9,6 juta penumpang per tahun—disebabkan oleh fokus manajemen terhadap optimalisasi Terminal 1 (T1), yang saat ini masih mampu menampung sekitar 6–7 juta penumpang per tahun.

Sejak pengelolaan Bandara Hang Nadim dialihkan ke PT BIB, konsorsium antara PT Angkasa Pura I, Incheon International Airport Corporation (IIAC) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk per 2022, berbagai langkah pembenahan strategis terus dilakukan.

Kemajuan Pengelolaan Bandara oleh PT BIB
Dalam pernyataannya kepada BatamNow.com, Pikri merinci sejumlah capaian penting selama pengelolaan oleh PT BIB.
Subsidi APBN untuk operasional bandara yang sebelumnya mencapai Rp 100 – 130 miliar per tahun kini telah menjadi nol.
Pemerintah telah menerima Rp 245 miliar dari skema bagi hasil hingga akhir 2024.
Skor Aviation Quality Services (AQS) meningkat dari 3,5 menjadi 4,16.
Teknologi keamanan dan keselamatan ditingkatkan sesuai standar internasional.
Sumber daya manusia telah memenuhi standar kualifikasi global.
Seluruh perawatan fasilitas dilakukan secara profesional dan berkelanjutan.
Transformasi Terminal 1: modern, bersih, dan ramah lingkungan. Terminal tersebut telah melayani rute internasional ke Incheon (Korea Selatan), Kuala Lumpur (Malaysia), hingga Jeddah/Madinah (Arab Saudi) untuk keperluan ibadah umrah dan haji.

Wartawan BatamNow.com yang mengunjungi langsung area terminal bersama seorang arsitek senior lokal, pada Minggu (04/05/2024) mencatat perubahan signifikan baik dari sisi estetika maupun fungsional setelah dilakukan renovasi menyeluruh.
Menurut arsitek senior yang tak mau ditulis namanya, beberapa pembaruan utama di terminal BHN Batam antara lain: desain futuristik dan filosofis.
Layout ruang mulai dari konter check-in di lantai 1 hingga lorong menuju ruang tunggu keberangkatan dirancang ulang dengan pendekatan arsitektur modern.
Interior dalam terminal ramah lingkungan dan lebih terang.
Desain interior mengusung konsep eco-green airport, menggunakan material berkualitas tinggi dan tata cahaya yang prima.
Toilet umum juga telah ditata ulang dan kini lebih nyaman digunakan.
Penataan Area Transportasi Publik
Jalur penjemputan, antrean taksi konvensional, dan layanan taksi daring kini ditata lebih terorganisir, mengurangi kekacauan dan mendukung kenyamanan akses keluar-masuk terminal.
Terminal 2 Tetap Masuk Agenda Strategis
Meski pembangunannya tertunda, Pikri Ilham menegaskan bahwa T2 tetap menjadi bagian dari rencana jangka panjang pengembangan Bandara Hang Nadim, yang ditujukan untuk memperkuat posisi bandara sebagai gerbang internasional.
Dengan total investasi yang diproyeksikan mencapai Rp 6,89 triliun, T2 dirancang untuk melayani rute internasional, termasuk keberangkatan haji dan umrah, serta mampu menampung hingga 10 pesawat sekaligus.
Pandangan Pengamat Pelayanan Publik
Kamizan SE, pengamat pelayanan publik, menilai bahwa seluruh infrastruktur pelayanan publik di Batam, terutama di kawasan Free Trade Zone (FTZ), semestinya dikelola oleh pihak yang ahli dan profesional.
Menurutnya, BP Batam sebagai regulator tidak memiliki keahlian teknis di bidang pengelolaan pelabuhan dan bandara, sehingga kolaborasi dengan mitra swasta atau BUMN seperti PT BIB adalah langkah yang tepat. (H/A/Red)

